Dahulu kala, banyak orang bijak dapat dikenang orang sepanjang masa, sedangkan kita tidak, malahan bereputasi buruk, dicaci maki orang. Jika seseorang hanya mementingkan kesenangan, reputasi, kekayaan, sehingga membuat hal-hal yang tercela dan sewenang-wenang untuk mendapatkan semua yang diinginkannya, masih membanggakan diri atas perbuatannya dan dikira tidak ada orang yang mengetahui tindakannya tersebut. Orang ini tidak menyadari bahwa lambat laun dia tidak lain tidak bukan hanyalah seekor binatang yang berkedok manusia! Di dunia tidak akan ada lagi kelakuan yang lebih memalukan dan rendah dari ini.
Mencius : Perasaan "Tahu Malu" ini sangat mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu tindakan sepanjang hidupnya. Orang yang "Tahu Malu" adalah orang suci/bijak, orang yang tidak "Tahu Malu" sudah pasti adalah binatang. Kunci utama untuk mengoreksi kesalahan adalah terletak pada sehelai niat "Tahu Malu" ini, manusia berbeda dari binatang, hanyalah karena adanya rasa "Tahu Malu" ini juga.
Sesuai yang dikatakan Mencius di atas, Kunci utama untuk mengoreksi diri adalah sehelai niat "Tahu Malu" ini, orang yang tidak "Tahu Malu" adalah binatang. Renungkanlah selalu : Segala tingkah laku saya sehari-hari memalukankah? Saya adalah seorang bijak atau hanya seekor binatang yang berkulit manusia? Ingatlah! Tingkah laku kita yang memalukan bukan hanya mencoreng nama baik keluarga sendiri, tetapi juga perusahaan tempat kita kerja, lingkungan masyarakat kita, yang lebih berat lagi NEGARA, IBU PERTIWI kita. Ini adalah dosa yang besar sekali, karena seluruh rakyat negara turut menanggung kesalahan yang kita buat.
Mencius : Perasaan "Tahu Malu" ini sangat mempengaruhi seseorang dalam melakukan suatu tindakan sepanjang hidupnya. Orang yang "Tahu Malu" adalah orang suci/bijak, orang yang tidak "Tahu Malu" sudah pasti adalah binatang. Kunci utama untuk mengoreksi kesalahan adalah terletak pada sehelai niat "Tahu Malu" ini, manusia berbeda dari binatang, hanyalah karena adanya rasa "Tahu Malu" ini juga.
Sesuai yang dikatakan Mencius di atas, Kunci utama untuk mengoreksi diri adalah sehelai niat "Tahu Malu" ini, orang yang tidak "Tahu Malu" adalah binatang. Renungkanlah selalu : Segala tingkah laku saya sehari-hari memalukankah? Saya adalah seorang bijak atau hanya seekor binatang yang berkulit manusia? Ingatlah! Tingkah laku kita yang memalukan bukan hanya mencoreng nama baik keluarga sendiri, tetapi juga perusahaan tempat kita kerja, lingkungan masyarakat kita, yang lebih berat lagi NEGARA, IBU PERTIWI kita. Ini adalah dosa yang besar sekali, karena seluruh rakyat negara turut menanggung kesalahan yang kita buat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar