Rabu, 21 Desember 2011

Ponsel Cerdas Nasional: Kenapa BB Masih Diminati..?

By : Djadja Subagdja
 
Menarik sekali tulisan Didik Djunaedi yang berjudul “Catatan Akhir Tahun: Peta Kekuatan Smartphone” yang dimuat Kompasiana hari ini. Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa iPhone masih merajai pasar ponsel cerdas Amerika Serikat. Sementara itu, BlackBerry, yang berada di tempat kedua, mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian dikemukakan Didik Djunaedi dalam tulisan yang didasarkan pada riset yang dilakukan oleh Nielsen.
Itu yang terjadi di Amerika Serikat. Entah apakah riset yang dilakukan mengambil sampel yang tepat atau tidak, tapi yang jelas memang setiap Apple meluncurkan produk baru, maka antrian di hari pertama penjualannya selalu menjadi berita utama media masa. Namun apa yang terjadi di negara kita?
Meskipun belum ada riset, kita lebih sering berjumpa dengan pengguna BB dibandingkan iPhone. Bahkan mungkin pengguna iPad di kita lebih banyak dibandingkan dengan iPhone. Perangkat tablet iPad kerap dipakai beberapa rekan saya ketika mengikuti rapat, tapi di sampingnya pasti ada BB. Sementara itu, beberapa rekan lainnya yang tidak memiliki iPad pada sibuk memijit-mijit tombol BB mereka. Saya cek satu per satu, ternyata tidak ada yang memakai iPhone.
Kenapa fenomena di kita bertolak belakang dengan di Amerika Serikat? Apakah karena kita belum makmur? Memang sih, jika kita bandingkan maka kemakmuran kita masih jauh, sementara harga iPhone lebih mahal dari BB. Namun kita tidak harus membandingkan seperti itu. Mari kita bandingkan perilaku konsumsi ponsel cerdas rakyat Amerika Serikat dengan perilaku konsumsi ponsel cerdas rakyat kita yang makmur.
Seperti yang saya sampaikan di atas, rata-rata rekan saya peserta rapat di atas termasuk kaum berada. Jadi tidak masalah bagi mereka untuk membeli apapun. Namun kelihatannya mereka lebih memilih memiliki sebuah Nokia, sebuah BB, dan sebuah iPad untuk keperluan mereka sehari-hari. Nah, pertanyaannya, mengapa mereka dulu (sebelum iPad keluar), tidak mengganti BB mereka dengan iPhone?
Itu dia pertanyaan utamanya. Sebetulnya, tahun lalu, ketika iPhone meledak di pasar Amerika Serikat dan Eropa, kaum berduit di negara kita “berkesempatan” mengganti BB mereka dengan iPhone yang lebih bergengsi dan lebih tinggi teknologinya. Namun itu tidak terjadi. Kali ini ada anomali dalam perilaku konsumsi kaum berduit kita. Apa yang menjadi penyebabnya?
Jika kita perhatikan, hal unik yang dimiliki BB adalah BBM (BlackBerry Messenger). Kegiatan BBM-an ini yang memberi nuansa beda antara pengguna BB dan yang tidak memilikinya. BBM menjadi sarana bercengkerama elektronis yang tanpa disadari bersifat mengikat. Apa lagi jika memiliki beberapa grup BBM, baik itu grup teman lama, teman baru, maupun keluarga besar. Ibaratnya, sekali masuk grup BBM, maka seterusnya kita terikat.
Beberapa saktu lalu saya memiliki sebuah BB, dan tentu saja akhirnya menjadi aktif ber-BBM, terutama di grup teman-teman sekolah. Bahkan sebelum tidur pun masih sempat BBM di grup. Namun kemudian BB saya rusak, dan tidak bisa diperbaiki. Akhirnya saya putuskan berhenti memakai BB. Bagi diri saya pribadi, tidak ada dampaknya, tapi kemudian hampir setiap hari ada saja teman yang mengajak saya kembali ke BB grup. “Ayo dong aktif lagi,” ajak mereka.
Jadi itulah kenapa orang Indonesia yang pernah memiliki BB tetap mempertahankan BB-nya. Di kita, BB dipakai oleh kalangan atas dan menengah, bahkan beberapa kalangan bawah juga memlikinya. Nah, inilah yang menjadi alasan kenapa kalangan atas dan beberapa kalangan menengah tidak meninggalkan BB dan lantas beralih ke iPhone. Sulit bagi mereka untuk meninggalkan BBM dengan teman-temannya. Sementara bagi kalangan menengah ke bawah, mereka belum mampu membeli iPhone. Jadilah kaum menengah ke atas ini “tersandera” oleh komunitas BBM yang beragam kelas sosial ekonominya.
Itulah barangkali yang menjadi sebab mengapa kaum berduit di kita bertahan dengan BB, karena mereka tidak rela meninggalkan grup BBM bersama-teman-temannya. Sementara itu, kehadiran iPad menjadi solusi bagi kaum menengah ke atas, untuk tetap dapat tampil berkelas. Jadilah mereka pengguna iPad sekaligus pengguna BB. Gensi naik, tapi tetap bisa gaul dengan teman-teman di BB.

Sabtu, 10 Desember 2011

Jika Ia Sebuah CINTA

Jika ia sebuah cinta......
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

Jika itu sebuah cinta..
Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..
Berbahagia dengan orang lain ..
Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..
Tidak berbahagia bersama ku..

Jika itu cinta..
Ia sering kali lari bila kita cari..
Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..
Saat dia menghampiri. .

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak buta..
Namun senantiasa melihat dan merasa..

Jika itu cinta..
Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .
Konsisten tapi tidak memaksa..
Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..
Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..
Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak menyiksa..
Namun senantiasa menguji...

JIka itu cinta
Ia seperti kupu-kupu. ..
Tambah dikejar, tambah lari..
Tapi kalau dibiarkan terbang..
Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .

Jika itu cinta..
Aku seharusnya dapat melepaskannya
Untuk merelakannya. .
Berbahagia dengan yg lain..

Jika itu Cinta ..
Maka cinta akan berharga ..
kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .

Jika itu cinta..
Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna...
Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..
Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..

Jika ia sebuah cinta...
Ia tidak memaksa..
Namun senantiasa berusaha..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak cantik atau ganteng..
Namun senantiasa menarik..

Jika ia cinta..
Bukan karena kau cantik atau ganteng..
Maka aku mencintaimu. .
Tapi karena aku mencintaimu. .
Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..

Jika itu cinta..
Ia akan mulai dengan senyuman,
Tumbuh dalam pelukan
Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.

Jika itu cinta
Ia tidak berkata, "Ini salah kamu",
Tapi 'Maafkan aku".
Bukan juga ' Kamu dimana sih?",
Tapi " Aku disini ".
Tidak berkata " Gimana sih kamu?"
Melainkan "Aku mengerti kok".
Bukan "Harusnya kamu gak kayak gini",
Tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak datang dengan kata-kata..
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya
Tapi akan lebih menyakitkan lagi
Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak terucap dengan kata..
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .
Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..
Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..

Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak hanya berjanji..
Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..

Jika itu cinta..
Maka itu hanya sekeping..
Tidak seperti mata dan telinga..
Yang hampir selalu berpasang pasangan..
Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya..
Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.

Jika ia sebuah cinta.....
Ia mungkin tidak suci..
Namun senantiasa tulus..

Jika itu Cinta...
Engkau masih bisa tersenyum ..
Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..
Ketika dia memilih mencintai orang lain..

Jika ia sebuah Cinta.....
Ia tidak hadir karena permintaan..
Namun hadir karena ketentuan...

Jika itu Cinta
Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..
Walaupun ia pernah dikhianati..

Jika itu Cinta..
Ia hadir kepada mereka yang masih percaya...
Walaupun ia pernah dicampakkan. .

Jika itu Cinta..
Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..
Walaupun ia pernah dihempaskan

JIka itu Cinta..
Ia berkembang di relung hati ..
Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..
Untuk membangun kembali kepercayaan. .

Jika ia sebuah Cinta.....
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...

Jika itu Cinta..
Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..
Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..
Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..